Beranda
Menuju Indonesia Adidaya 2020
"Bukan lautan hanya kolam susu.
Kail dan jala cukup menghidupimu.
Tiada badai tiada topan kutemui.
Ikan dan udang menghampiri dirimu.
Orang bilang tanah kita tanah surga.
Tongkat kayu dan batu jadi tanaman"
Kail dan jala cukup menghidupimu.
Tiada badai tiada topan kutemui.
Ikan dan udang menghampiri dirimu.
Orang bilang tanah kita tanah surga.
Tongkat kayu dan batu jadi tanaman"
Lagu yang begitu indah menggambarkan kekayaan alam nusantara. Memang ini bukanlah gambaran sesungguhnya dari alam nusantara. Tidak ada lautan susu seperti dirilis dalam lagu Koes Plus ini, ini semata untuk menggambarkan betapa kekayaan laut kita begitu berharga dan melimpah. Saking melimpah dan berharganya ibarat kolam susu besar, yang bisa memberikan sumber energi dan kesejahteraan bagi penduduknya. Tak hanya itu, ikan dan udang dapat dengan mudah ditangkap dan menjadi kekayaan bangsa ini. Mustahil seharusnya penduduk negeri ini ada yang kekurangan gizi !!!!! Tak mungkin ada yang tak kebagian karena lautan kita sangat luas. Ikan, udang dan kekayaan laut lainnya sangat melimpah …………..
Tidak kalah menakjubkan dari lautannya, tanah daratnya pun sungguh luar biasa. Tanah bak taman surga, tanah yang subur dan melimpah kekayaan alamnya. Indah pemandangan alamnya, udaranya segar menyehatkan. Barang tambangnya melimpah siap mensejahterakan penduduknya.
Waktu saya di Sekolah Dasar dulu, guru-guru saya sering kali mengatakan bahwa negeri kita ini sering disebut-sebut bak jamrut di khatulistiwa. Wow …….. siapa yang tidak tertarik dengan negeri ini? Saya teringat masa kecil saya dulu. Saya merasakan betapa gambaran tadi pantas untuk menggambarkan subur makmurnya negeri ini. Setiap saya bepergian ke manapun saya selalu mendapati sungai-sungai yang jernih dengan ikan-ikannya yang segar, alam yang hijau, tanah pertanian yang subur, orang-orangnya yang ramah dan pemurah. Kalau untuk urusan makan minum saja rasanya tak mungkin ada yang kelaparan, alam karunia Allah ini sudah cukup memberinya makan ………………….
Ya itu gambaran dulu ketika kaum rakus si kapitalis materialis belum merajalela di negeri ini. Ketika semua orang menyadari pentingnya menjaga kelestariaan alam karunia Ilahi. Ketika orang-orang masih banyak menyadari bahwa kerakusan dalam mengeksploitasi kekayaan alam hanya akan menghancurkan kehidupan di masa depan. Namun kini ketika orang-orang rakus yang tak bertaqwa itu merajalela di negeri ini bahkan diberi keleluasaan untuk mengekploitasi kekayaan negeri ini, gambaran negeri subur makmur aman dan tentram hanya tinggal kenangan …………….
Yang ada kini adalah segerombolan orang-orang rakus yang aji mumpung mengeksploitasi kekayaan alam negeri ini, mereka yang tidak peduli akan akibat, tidak yankin adanya hari pembalasan. Segala cara dilakukan untuk memenuhi sifat rakusnya yang tak pernah merasakan kenyang dan puas, segala cara ditempuh, tak peduli halal-haram dan menghamburkan nya untuk hal yang tiada guna. Yang tertinggal kini adalah rusaknya lingkungan dan keseimbangan lingkungan. Yang tertinggal kini adalah kesenjangan sosial dan kemiskinan. Yang tertinggal kini adalah kebencian dan kedengkian. Yang tertinggal kini adalah orang-orang yang melimpah dengan kekayaan namun hatinya tidak pernah tenang dan jiwanya gersang. Mereka sebenarnya ingin merasakan kedamaian dan ketentraman batin, yang mustahil bisa ditebus oleh jiwa yang rakus akan harta. Mereka adalah orang-orang yang salah jalan. Sementara di kiri dan kanan mereka lebih banyak lagi orang-orang yang hidupnya menderita lahir dan batin. Lahirnya sengsara, tertindas teraniaya. Batinnya penuh dengan rasa kedengkian terhadap siapapun yang nasib lahiriahnya lebih baik dari dirinya………………………….
Sungguh benar apa yang difimankan oleh Allah
"Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya." (al-A'raf:96)
Ya ini adalah siksa, sebelum siksaan yang maha dahsyat datang. Dan peringatan bagi orang-orang yang hatinya masih diberi kesadaran oleh Allah al Khaliq untuk tidak tinggal diam, untuk berjuang melakukan perubahan dengan cara-cara yang telah Allah gariskan, atau kalau tidak semuanya akan merasakan dampak buruk yang diakibatkannya.
"Dan peliharalah dirimu daripada siksaan yang tidak khusus menimpa orang-orang yang zalim saja di antara kamu. Dan ketahuilah bahwa Allah amat keras siksaan-Nya." (al-Anfal:25)
Mau hosting gratis kunjungi http://www.000webhost.com/
Tidak kalah menakjubkan dari lautannya, tanah daratnya pun sungguh luar biasa. Tanah bak taman surga, tanah yang subur dan melimpah kekayaan alamnya. Indah pemandangan alamnya, udaranya segar menyehatkan. Barang tambangnya melimpah siap mensejahterakan penduduknya.
Waktu saya di Sekolah Dasar dulu, guru-guru saya sering kali mengatakan bahwa negeri kita ini sering disebut-sebut bak jamrut di khatulistiwa. Wow …….. siapa yang tidak tertarik dengan negeri ini? Saya teringat masa kecil saya dulu. Saya merasakan betapa gambaran tadi pantas untuk menggambarkan subur makmurnya negeri ini. Setiap saya bepergian ke manapun saya selalu mendapati sungai-sungai yang jernih dengan ikan-ikannya yang segar, alam yang hijau, tanah pertanian yang subur, orang-orangnya yang ramah dan pemurah. Kalau untuk urusan makan minum saja rasanya tak mungkin ada yang kelaparan, alam karunia Allah ini sudah cukup memberinya makan ………………….
Ya itu gambaran dulu ketika kaum rakus si kapitalis materialis belum merajalela di negeri ini. Ketika semua orang menyadari pentingnya menjaga kelestariaan alam karunia Ilahi. Ketika orang-orang masih banyak menyadari bahwa kerakusan dalam mengeksploitasi kekayaan alam hanya akan menghancurkan kehidupan di masa depan. Namun kini ketika orang-orang rakus yang tak bertaqwa itu merajalela di negeri ini bahkan diberi keleluasaan untuk mengekploitasi kekayaan negeri ini, gambaran negeri subur makmur aman dan tentram hanya tinggal kenangan …………….
Yang ada kini adalah segerombolan orang-orang rakus yang aji mumpung mengeksploitasi kekayaan alam negeri ini, mereka yang tidak peduli akan akibat, tidak yankin adanya hari pembalasan. Segala cara dilakukan untuk memenuhi sifat rakusnya yang tak pernah merasakan kenyang dan puas, segala cara ditempuh, tak peduli halal-haram dan menghamburkan nya untuk hal yang tiada guna. Yang tertinggal kini adalah rusaknya lingkungan dan keseimbangan lingkungan. Yang tertinggal kini adalah kesenjangan sosial dan kemiskinan. Yang tertinggal kini adalah kebencian dan kedengkian. Yang tertinggal kini adalah orang-orang yang melimpah dengan kekayaan namun hatinya tidak pernah tenang dan jiwanya gersang. Mereka sebenarnya ingin merasakan kedamaian dan ketentraman batin, yang mustahil bisa ditebus oleh jiwa yang rakus akan harta. Mereka adalah orang-orang yang salah jalan. Sementara di kiri dan kanan mereka lebih banyak lagi orang-orang yang hidupnya menderita lahir dan batin. Lahirnya sengsara, tertindas teraniaya. Batinnya penuh dengan rasa kedengkian terhadap siapapun yang nasib lahiriahnya lebih baik dari dirinya………………………….
Sungguh benar apa yang difimankan oleh Allah
"Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya." (al-A'raf:96)
Ya ini adalah siksa, sebelum siksaan yang maha dahsyat datang. Dan peringatan bagi orang-orang yang hatinya masih diberi kesadaran oleh Allah al Khaliq untuk tidak tinggal diam, untuk berjuang melakukan perubahan dengan cara-cara yang telah Allah gariskan, atau kalau tidak semuanya akan merasakan dampak buruk yang diakibatkannya.
"Dan peliharalah dirimu daripada siksaan yang tidak khusus menimpa orang-orang yang zalim saja di antara kamu. Dan ketahuilah bahwa Allah amat keras siksaan-Nya." (al-Anfal:25)
Mau hosting gratis kunjungi http://www.000webhost.com/